Semangat Bung Hatta
Bisakah Indonesia menjadi bangsa yang mandiri tanpa bergantung pada pihak asing? BISA! Kalau ada yang bilang gak bisa, saya mau dengar apa pertimbangannya.
Lagipula, terlepas dari bisa atau tidaknya, mari sama renungkan dan teladani semangat Bung Hatta ketika beliau diadili di Den Haag, majelis hakim bertanya apakah beliau bersama pejuang kemerdekaan lain mampu mengurus Indonesia yg merdeka? Bung Hatta menjawab:
“Kalaupun tidak mampu, itu bukan urusan Anda. Kami lebih suka melihat Nusantara musnah di bawah lautan daripada jadi embel-embel Hindia-Belanda!”
*65 tahun sudah kita merdeka, semangat itu masih adakah?
‘Asbaabunnuzul’ tulisan ini adalah tulisan Kwiek Kian Gie di rubrik Opini Harian KOMPAS kamis 17 November 2011.
One Day…
One day…i’m gonna graduate One day…i’m gonna get married One day…i’ll be in Japan One day…i’m gonna have my own lovely family One day…i’m gonna have sons and daughters One day…i’ll be an architect, a good one One day…i’m gonna built my own house One day…i’m gonna be someone better you can count on One day…i’m gonna make my parents proud One day…i’m gonna get old One day…i’m gonna die One day…one day…one day…
One day=Andai=gak pasti
One day=Wanda=Wah nda tau ane –’ =gak pasti
“If there is a will, there is a way”
If there is no will, there is no way
3 Signs of Hypocrisy
Prophet Muhammad SAW once said:
“The signs of a hypocrite are three: when he spoke he lied, when he promised he broke them, and when he was to be trusted he betrayed the trust” (Bukhari & Muslim)
You could say Hypocrisy is all about DECEPTION, SCHEMING, and PRESENTING AN OUTWARD APPEARANCE OF GOOD WHILE CONCEALING ITS OPPOSITE.
Am i one of them, the hypocrites? I hope not (everyone does hope they are not, i mean who doesn’t? –’), but…get to know me, and (maybe) you’ll know
First AR’07 Graduation: Selamat gan!
Ujian banget buat saya
Rasa berat, bingung, kadang gemetar nervous gak jelas, membiasakan tidak membiasakan yang biasa, menahan diri, sakit…semua menyatu hingga menyebabkan air mata sering tak terbendung membasahi wajah…ini ujian banget buat saya…membuat saya bertanya2 yg g seharusnya ditanya2kan…Tapi (ntah kenapa) saya masih ada di sini… “Yasudahlah” pikir saya. Hajar aja dan lakukan sebisanya.
Takunjunga’ bangung turu’, nakugunciri’ gulingku’, ualleangngi tallangnga’ natoalia klo kata pepatah org bugis makassar mah. Ewako!
ini random sekali sepertinya,,,tapi ya seperti biasa,,Yasudahlah…
Unforgettable Moments: Memories that stay
Banyak momen yang kita alami dalam hidup. Momen-momen tersebut akan selalu manjadi bagian dari kenangan dan sejarah masa lalu. Banyak di antaranya terlupa, beberapa tetap di sana, takkan terlupa apapun yang kita lakukan, berapa lamapun masa berjalan.
Saya sendiri punya banyak momen dalam hidup yang menjadi kenangan tak terlupakan. Tak semua indah, bahkan ada yang berkesan biasa, tapi yah entah kenapa tidak bisa saya lupa. Ada banyak, saat ayah membelikan seragam jenderal saat saya masih bocah ingusan, belum TK bahkan, saat itu, seperti kebanyakan anak laki-laki, cita-cita saya g jauh2 dari polisi, presiden, dan astronot, haha…
Ada lagi saat saya suka berlari-laridi masjid saat santri-santri sedang shalat dan pengajian, mengusili santri2, dan meniru2 Ayah (ayah saya imejnya super menyeramkan klo di depan santri) yang sedang mengisi pengajian, haha…
Trus ada saat-saat sebelum masuk kelas pas TK dulu, sebelum masuk kita menyanyikan lagu ‘Muhammadiyah’ sambil berbaris rapi.
Saat sebelum masuk SD, ayah membelikan saya tas berbentuk topi yang warna-warni plus buku dan spidol 12 warna. Senang sekali rasanya, saya lngsung corat-coret belajar nulis alfabet. Di sini bakat gambar saya mulai kelihatan (yoi) Ntah kenapa waktu itu pake tangan kiri, makanya keterusan kidalnya sampai sekarang, haha…
Saat-saat lagi kekurangan sembako, ibu membuatkan makan siang nasi dengan lauk jabu2 plus kecap cap kelapa dan lombok botol. Enak sekali!
Saat musim kemarau harus turun gunung ke lembah sumur untuk mandi dan nyuci sekalian pas balik bawa ember dan jergen buat stok air di rumah.
Trus pas kelas 2 SD, saya berlari pulang dengan penuh semangat dan sangat senang setelah mengkhatamkan baca Al Qur’an di tempat guru mengaji. bahkan saya masih ingat pake baju apa waktu itu,haha…
Saat jatuh di kandang sapi, kepala bocor kena tanduk tapi gak keluar darah, dan sayanya g nangis padahal masih bocah tuh, aneh –’
Pas umur2 SMP, ayah pernah memperlihat sebuah buku berbahasa arab ke saya, saya masih ingat judulnya ‘Ahkaamul Basmalah’. Kata ayah saya perlihatkan ini ke gurumu.
Entah kenapa, kenangan2 saya yg berkesan sampai ‘nempel’ di memori gini kebanyakan dari masa2 masih bocah dulu, mungkin karena itu adalah saat di mana saya bnr2 menikmati hidup dengan bebas, haha…
Saya g peduli kenapa dan bagaimana kenangan ini begitu melekat dalam ingatan saya, karena yg terpenting buat saya adalah saat mengenangnya membuat saya selalu tersenyum
seperti sekarang ini…






