Catatan Si Korlap

“Ekskursi Arsitektur Bali 2007 berakhir sudah…” mungkin kalimat tersebutlah yang pertama kali terbersit di pikiran saat bus JP yang kami kendarai tiba dengan selamat di gerbang ganesha. Bukan berarti saya senang tanggung jawab sebagai korlap ekskursi berakhir, tapi lebih ke rasa syukur bahwa semua teman-teman arsitektur 2007 tiba dengan selamat, hufff…

Kira-kira satu minggu sebelum perjalanan ekskursi dimulai, teman saya Monic sebagai orang nomor satu ekskursi kali ini mengangkat saya sebagai korlap ekskursi. Terus terang saya senang banget soalnya bisa dipercaya sama temen-temen untuk tanggung jawab tersebut, makanya saya langsung terima saja tanpa banyak nanya (kapan lagi cuy bisa jadi korlap? hehe :P). Tugas saya sebagai korlap adalah mengkoordinasi semua panitia dan peserta (baca: temen2) selama ekskursi agar ekskursi berlangsung lancar dan sesuai teklap.

Selama ekskursi berlangsung, saya mengalami sedikit kesulitan dengan teklap yang berubah-ubah karena minimnya pengetahuan mengenai lapangan. Ini dikarenakan hanya beberapa panitia inti (saya tidak termasuk) yang melakukan survey di  lapangan sebelum ekskursi, itupun tidak maksimal (kan susah juga klo mau menjelajahi bali pas masa-masa kuliah berlangsung, belum lagi duit buat ke sananya).

Yang paling susah dikoordinasi tu ada 3, yang pertama pas ‘nyuruh’ temen2 buat naik ke bis secepatnya karena rombongan sudah harus berangkat jam 8 pagi dari hotel menuju objek ekskursi. Yah pengennya sih jam 8 tapi selalu aja ngaret karena ada yang telat bangun, mandi, sikat gigi, pakai sabun,  dandan dan sarapan (wah lebay nih! padahal cukup telat bangun aja). Klo kayak gini bisa ngaret 15 menitan. Paling parah pas hari terakhir, sampai ngaret setengah jam karena ada yang telat bangun dan musti balikin motor sewaan dulu ke Kuta (dari hotel jaraknya lumayan jauh, 30 mnt perjalanan).

Yang kedua, pas mengkoordinasi temen2 untuk kembali ke bus masing2 setelah menikmati objek ekskursi. Meskipun udah diakalin waktunya tetep aja ngaret 15 menitan. Jadinya musti ngehitung temen2 berulang-ulang, takut ada yang kurang atau lebih😛.

Yang ketiga, pas mengkoordinasi ibadah shalat buat yang muslim. Di bali mah susah pisan nyari masjid, terutama pas kunjungan ekskursi ke kawasan Ubud yang sama sekali tidak ada masjid. Terpaksa saya minta temen2 muslim buat wudhu dulu sebelum balik ke bus, dan musti shalat sendiri di bus. Sebenarnya mau bikin mushola sendiri tapi terkendala oleh “tradisi dan budaya” masyarakat sekitar yang sangat banyak aturan terutama untuk hal2 yang berbau ritual yang mereka anggap tidak biasa.

Selain ketiga hal tersebut, ada satu lagi hal yang menunjukkan “g enaknya jadi korlap”, saat semua teman2 bisa menikmati objek2 arsitektur dengan riangnya, saya malah sibuk ngeliatin jam dan ‘memerintah’ temen2 untuk kembali ke bus klo waktunya dah habis, musti sweeping seluruh wilayah jgn sampai ada yang ketinggalan. Jadinya g enjoy deh.

Tapi jadi korlap gak melulu ‘menderita’ kok, ada enaknya juga. Hmmm…apa ya? bisa bangun lebih pagi, sudah pasti mandi tiap hari, akrab dengan kru2 bus, dimintain nomor hape (g penting :P), dan beberapa hal yang g bisa saya sebutkan disini, hehe…

Terakhir, ucapan terima kasih buat temen2 ekskursi arsitektur Bali yang mau bekerja sama selama ekskursi berlangsung. Terima kasih juga karena sudah mengapresiasi saya sebagai korlap, hehe… Arigato gozaimasu

4 thoughts on “Catatan Si Korlap

  1. pengalaman lah zhar jadi korlap.. kapan lagi coba. anyway, thx lah sudah mengatur anak2 arsi 07 dengan baik.. maap ya kalo gw bandel2 ngaret, apalagi pas di sukawati, hehe😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s