Tonrongnge…

Tonrongnge…
kedengarannya sangat asing ya?
Itu nama kampung halamanku
kalo g salah diambil dari bahasa bugis
yang artinya ‘punggung kerbau’
karena ia adalah sebuah bukit
yang bentuknya mirip punggung kerbau pas lg tiduran
 
di sinilah aku besar
di sinilah aku menghabiskan masa kecilku
tawa dan tangisku paling banyak terjadi di sini
aku selalu mengganggu para santri yang lalu lalang menuju masjid untuk shalat berjamaah
bahkan saat mereka shalat aku yang bocah suka berlari-lari mengitari shaf-shaf
sambil menginjak kitab-kitab kuning mereka satu per satu
wah, bandel sekali ya?
 
Oia, tonrongnge ini sebuah bukit
tempat kampus II putra pontren DDI-AD bersemayam
pemandangan ‘kota santri’ sudah tidak asing bagiku
karena di sinilah aku dibesarkan
 
Tonrongnge…
di sini kamu bisa melihat jejeran perbukitan dan pegunungan
sungai-sungai yang mengalir
hamparan persawahan nan hijau
lebatnya pepohonan di hutan dengan monyet-monyet yg bergelantungan
indahnya matahari terbit yang mengintip dari balik pegunungan saat fajar
dan cantiknya matahari terbenam di ujung lautan saat senja menjelang
 
Tonrongnge…
di sini kamu bisa menyaksikan
Sapi-sapi berkeliaran
kambing-kambing yang diberi makan
makanya banyak kotoran berserakan,haha
 
Tonrongnge…
Di sini kamu bisa melihat santri-santri berkeliaran
memakai pakaian serba putih
dari sarung, baju koko hingga peci
membawa Al Qur’an dan kitab kuning untuk pengajian shubuh dan malam
 
ada juga bocah-bocah berlarian
para penerus generasi ustad-ustad di pontren ini
aku termasuk bocah generasi pertama di bukit yang indah ini
bisa dibilang aku ini bos-nya bocah-bocah generasi pertama,haha
 
Tonrongnge…
di sini aku melihat masa-masa ‘muda’ Ayah dan Ibuku yang enerjik
terutama ayahku
yang dijuluki munkar nakirnya pesantren ini
beliau sangat strict pada santri-santrinya
dari beliau aku bisa melihat indahnya tarbiyah meskipun dengan sikap yang keras seperti itu
 
Tonrongnge…
intinya aku mau bilang gini sih:
AKU RINDU KAMPUNG HALAMANKU… :’)
 
P.S: ini bukan puisi –‘

4 thoughts on “Tonrongnge…

  1. banyak orang menuliskan dan kangen sama tanah kelahirannya yang berupa ‘hutan’ (awakpun, he). jarang deh kayaknya yang nulis ‘Jakartaku, aku rindu sekali padamu’, haha

  2. orang-orang jakarta kebanyakan week end keluar kota,,,macam ke bandung dll,,,jakarta cuma buat nyari duit dan jalan2 –‘

    beruntunglah kita, we still have a home to go back to, not to run away from it🙂

  3. hmmmm,,,,,,,,,,,,,,tonrongnge, sangat indah tuk dikenang,
    Mazhar, apakah saudara anak dari Gurutta Wahab yah???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s