Tidak Harus (selalu) Jadi Sosok Yang Sempurna

Tulisan ini saya dapat dari tumblr salah seorang tmn, dan sangat mengena, makanya saya share dgn judul yg sama, patut menjadi renungan bersama, selamat menikmati!🙂

Hidup di dunia ini kita tidak harus jadi sosok yang sempurna. Kau tak harus selalu mempunyai jawaban atau selalu serba tahu. Kau mugkin bisa mendaki gunung yg paling tinggi sekalipun, atau mungkin sekedar membayangkan bahwa kau akan melakukan itu suatu hari nanti. Tapi setelah itu apakah kau akan menjadi satu2nya org yg hebat..??

Kau bebas memilih, apakah menjawab tantangan itu atau cari aman saja, apakah membuat keajaiban atau membuat kesalahan. Tak perlu esok berlagak pinter atau sok gaya biar kelihatan hebat.

Jika kau memang tak tau mau jadi apa kelak, jawab saja dgn jujur kalau kau memang tdk tau yg kau lakukan.

Katakan saja pada hatimu: “Di dalam hatiku ada harapan, husnudzon kpd Allah, dan cita2 setinggi bintang-bintang. Ada senyum dan ungkapan hati, ada mimpi dan semua hal yg berharga utk diingat.. Aku msih punya 2 tangan yg kuat utk mengubah dunia. Aku dikarunia Allah kecerdasan hingga kelak jadi sarjana yg memungkinkan aku membenahi sgala sesuatunya.. lalu knpa aku masih berkeluh kesah..? “

Ada sebuah cerita yg pernah saya baca..Suatu ketika, ada seorang sahabat memulai kotbahnya dengan mengeluarkan selembar uang seratus ribu yang baru. Kemudian dia bertanya “Siapa di antara kamu yang mau uang ini, jika diberikan ikhlas padamu?” Langsung saja yang mengangkat tangan banyak sekali.

Katanya lagi ” Ya, ini akan saya berikan, tapi sebelumnya biar saya melakukan hal ini”. Sahabat tersebut meremas uang kertas seratus ribu itu, menjadi gulungan kecil yang kumal.

Kemudian dia buka lagi ke bentuk semula : lembaran seratus ribu, tapi sudah kumal sekali. Lalu dia bertanya ” Siapa yang masih mau uang ini?” Tetap saja banyak yang angkat tangan, sebanyak yang tadi.

“Oke, akan saya kasih, tapi biarkan saya melakukan hal ini”. Dia menjatuhkan lembaran uang itu ke lantai, terus diinjak-injak pakai sepatunya yang habis berjalan di tanah becek sampai nggak karuan bentuknya. Dia tanya lagi” siapa yang masih mau?” Tangan-tangan masih saja terangkat. Masih sebanyak tadi.

“Nah, sahabatku, sebenarnya aku dan kau sudah mengambil satu nilai yang sangat berharga dari peristiwa tadi. Kita semua masih mau uang ini walau bentuknya sudah nggak karuan lagi. Sudah jelek, kotor, kumal… tapi nilainya nggak berkurang: tetap seratus ribu rupiah.

Sama seperti kita. Walau kau tengah jatuh, tertimpa tangga pula… tengah sakit, tengah hancur pula, atau kau gagal, nggak berdaya, terhimpit, dan merasa terhina, kecewa dan terkhianati, atau dalam keadaan apapun, kau tetap nggak kehilangan nilaimu… karena kau begitu berharga. Jangan biarkan kekecewaan, perasaan, ketakutan, sakit hati, menghancurkan kamu, harapanmu, atau cita-citamu.”

“Kamu akan selalu tetap berharga, bagi dirimu sendiri, bagi diriku, bagi sahabatmu, bagi sahabat yang lain dan kau tetap sama dimata Tuhanmu. Dia, Tuhanmu, akan berlari mendekatimu, jika kau berjalan menuju-Nya. Aku pun sahabatmu akan melakukan hal yang sama, karena fithrah setiap diri kita akan mulia jika mencoba mendekati sifat2 Tuhan kita. Disanalah nilai dirimu berada.”

Dan terimaksih semuanya..krn telah menemaniku mengarungi sungai kesempatan yg deras. ^..^

Barakallahufikum..semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

———————————-

Copied by:Renungan dan Motivasi : Ifta Istiany Notes

source: http://fahmiislami.tumblr.com/post/5474855171

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s