MTQ: Catatan Perjalanan #1

Sepekan mengikuti MTQ Nasional mahasiswa yg ke-12 di Universitas Muslim Indonesia Makassar, ada banyak kisah dan ibrah. Bertemu dengan sosok2 luar biasa, asrama haji sudiang tempat kami menginap ramai dengan gema tilawah para Qari’ di berbagai sudut.

Ane sendiri ikut cabang fahmil quran (semacam cerdas cermat quran-red) bareng Roni Al Maududi an Irfan Hilmi. Yah alhamdulillah dapat harapan II setelah kalah tipis di semifinal,hiks…

Ada yg seru saat ngikutin lomba fahmil ini, yaitu saat penyisihan lawan kami salah satunya dari Universitas Syiah Kuala (USK),, Suci, Putri dan Rizal klo g salah nama anggota timnya –‘). Kami sempat ngobrol dan kenalan sblm tanding, jadi sudah mulai perang dingin dengan saling memuji PT masing2 biar beban moralnya makin gede,haha,,,Pertandingan ini menurut jauh lebih seru dibanding yg semifinal, bisa dibilang ini pertandingan yg paling menghibur penonton dan bikin deg2an. Belum juga dapat soal wajib, tim kami sudah dapat -25 dua kali pula karena salah jawab pertanyaan lemparan. Jadi kami mengawali pertandingan ini dgn skor -50. Untungnya soal wajib hampir semuanya bisa kami jawab so bisa nyusul USK meskipun tetap tertinggan sekitar 120 angka. Nah, super serunya pas soal rebutan, kami dan Syiah Kuala gantian menjawab, jadinya kejar2an nilai deh, tapi kami masih tetap tertinggal. Saat masuk soal rebutan faraid (ilmu waris), USK berhasil mnjawab dengan tepat mendahului, ngerilah kecepatan berhitungnya. Untungnya saat soal tebak lagu tilawah kami berhasil menjawab dengan benar mskipun nekat (nebak hijaz wktu itu). Skor kami dengan USK pun terpaut 20 angka menjelang soal rebutan terakhir, dengan USK yg masih memimpin skor. Barulah, saat soal rebutan terakhir dibacakan (baru setengahnya nih) jubir kami Irfan langsung main pencet bel aja tanpa diskusi dan ternyata menjawab dengan benar! Jantung ane nyaris copotlah waktu itu *lebay. jadilah kami keluar sebagai pemenang di saat terakhir yg kritis itu, huff alhmdlh…

Saat ane nanya ke irfan knp bisa yakin bener menjawab padahal soal blm selesai dibacakan, ternyata semalam saat latihan tanya jawab soal, soal terakhir rebutan itu sempat ditanyakan sama temen dgn bntuk soal yg sama persis, makanya dia yakin menjawab mskipun inti soal blm beres,haha…

Di semifinal kami kalah dari tim Universitas Jambi yg pada akhirnya keluar sbg juara fahmil di final.

Sebenarnya kami sudah pasrah g dapat juara, eh trnyata fahmil itu diambil juaranya smpe hrapan III makanya pas malam penutupan kami surprised banget pas dibacakan klo ITB juara harapan II fahmilnya, menyusul UNAIR di harapan III. Alhamdulillah,,🙂

Dari semua cabang yg diikuti, Kafilah ITB hanya mampu meraih harapan II di cabang kaligrafi dan fahmil. Jadi masih kelihatan bangetlah klo ITB masih kurang bertaji di ajang seperti ini, masih perlu banyak evaluasi dan persiapan lebih matang. Mudah2an suatu saat nanti bisa keluar sbg juara umum seperti UIN Syarif Hidayatullah, amiin

bersambung…..….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s