MTQ: Catatan Perjalanan #3

Sebelum ane sharing tausiyah Mudir seperti yg dijanjikan di catatan sebelumnya, ane mau curhat dulu nih sedikit ttg MTQ diliat dari ‘sisi lain’. Sebelumnya ane mungkin cuma bercerita banyak hal yang menyenangkan dan semacamnya. Kali ini ane mau crita sedikit tentang 2 hal yg menurut ane sangat disayangkan terjadi, ironis gitu deh:

Pertama, udah pada tau kan klo lomba di Makassar itu MTQ alias Musabaqah Tilawatil Quran, jadi ane asumsikan saja orang2 yg mengikuti lomba ini adalah orang2 terpilih dari PT masing2 yg memiliki potensi ‘qurani’ dalam dirinya, entah itu tilawahnya mantep, tahfidznya banyak bahkan ada yg smpe 30 juz atau punya wawasan Islam yg mumpuni. Tapi sayangnya masih banyak di antara peserta MTQ ini yg memiliki hal2 tersebut sebatas pada knowledge saja, belum sampai pada tingkatan attitude. Ilmunya ada tapi praktiknya masih jauh dari Islami. Ane melihat ini dari pergaulan para peserta MTQ yg masih banyak yg tidak Islami, cara berpakaian jga demikian. Selain itu, untuk para ikhwan belum semuanya meramaikan masjid saat shalat shubuh berjamaah sampai2 ada salah satu pembina MTQ yg pas kultum shubuh menyayangkan sedikitnya jamaah yg datang padahal Asrama Haji ini penuh dengan peserta MTQ. Begitulah, tapi patut diacungi jempol buat kawan2 yg mengaplikasikan ilmunya dengan amaliyah yaumiyah yg konkrit, ini juga tidak sedikit loh! Subahanallah!😀

Kedua, terus terang buat ane, pelayanan yg diberikan panitia sudah bagus dan memuaskan, sayangnya tidak sampai klimaks. Maksud ane gini, tahukah teman2 bahwa para pemenang MTQ kemarin itu sama sekali tidak mendapatkan hadiah uang pembinaan? hanya piala saja, termasuk juara umum, juara 1, 2 dan 3 apalagi yg harapan –‘ aneh kan? hiks… padahal MTQ-MTQ sebelumnya selalu ada. Bahkan MTQNM XI di Aceh juara 1 dapat hadiah uang pembinaan sampe 6 jutaan, yg juara harapan aja dapat 1 jutaan.  Alasan dari pihak panitia sendiri adalah karena hal itu memang tidak tercantum dalam  buku panduan MTQNM XII –‘. Pihak panitia sebenarnya sudah berjanji akan membicarakan hal ini dengan pihak tuan rumah tapi sampai sekarang belum ada kabar lagi.

Segitu aja kali ya,,,untuk tusiyah mudir ane undur ke Catatan Perjalanan #4 saja soalnya ini udah panjang, ntar capek bacanya, haha…wassalam🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s